Jumat, 03 Juni 2011

Teh Poci "khas kota Tegal"

“Yuh moci.” Itulah ajakan yang sering dilontarkan teman atau saudara ketika seseorang bermalam di Kota Tegal,maupun sapaan wajib antar 2 sahabat yang bertemu dijalan atau ketika bertandang kerumah teman. Meminum teh dalam poci di Kota Tegal dan sekitarnya sudah tidak lagi hanya bisa dipahami sebagai sebuah cara untuk melenyapkan haus. Moci sudah menjadi bagian gaya hidup dan budaya masyarakat tegal slawi dan sekitarnya.
Ketika moci, kita bisa memperbincangkan banyak hal. Mulai seputar masalah keluarga,pekerjaan komunitas maupun sekedar guyon dan candaan Tidak ada jarak antara yang mentraktir dengan yang ditraktir. Semuanya setara. Egalitarianisme begitu terasa ketika sekelompok orang moci bersama.ini sebuah evoria kultur yang sangat mengasyikan, disamping sebagai media perbincangan (baca:Ndopok) nuansa relaksasi dan keakraban akan semakin terasa apalagi diselingi tawa dan canda tentunya suasana begitu mengasyikan.
Sangat mudah untuk menghidangkan the poci. Penjual cukup menyediakan peranti minum the terbuat dari gerabah berukuran kecil, yang terdiri atas satu teko dan empat cangkir kecil. Kemudian masukkan gula batu ke masing-masing cangkir. Satu pak kecil teh dimasukkan ke dalam teko yang sudah dituang air panas mendidih.
Sambil menunggu teh berubah warna menjadi merah kecoklatan, pembeli bisa menyantap camilan yang disediakan penjual. Setelah itu, tuangkan teh panas dari teko ke dalam cangkir. Heem, benar-benar “naswagitel” alias panas, wangi, legi (manis), dan kenthel (kental). apalagi ditemani tahu aci,mendoan tempe dan kacang kulit..wah..wah.. semakin sempurna rasanya... tidak lupa bagi smooker... sebatang kretek siap menambah nikmatnya acara moci.

Fenomena ini biasa terlihat ditepi jalan sepanjang tegal slawi dan tempat-tempat atau kedai yang bertebaran di daerah tegal-slawi dan biasanya sampai larut malam,apalgi kalau pas hari libur atau malam minggu,akan semakin rame suasananya bahkan serasa malam tak pernah larut,mungkin ini waktu yang paling ideal untuk moci bersama bukan saja karena keesokannya hari lubur,melainkan memang sesuai dengan kantong warga tegal slawi yang baru saja terisi karna sehabis "Bayaran" mengingat mayoritas di tegal slawi didominasi oleh pekerja home industri dimana mereka menerima gaji mingguan.
bahkan bagi mereka yang mungkin tidak bisa keluar jauh dari rumah atau menginginkan suasana yang lebih santai,tidak sedikit pula para pecinta Moci yang mengadakan moci bersama teman2 cukup didepan rumah mereka saja,ini banyak terlihat hampir diseluruh komplek2 perumahan dan pedesaan terutama kalau malam minggu sudah dipastikan moci adalah agenda utama para warga dari remaja bahkan sampai usia lanjut sekalipun, kegemaran minum teh bersama (Moci) tetap ada.  
bagi pendatang dari luar daerah yang mungkin kebetulan mampir atau singgah di kota tegal-slawi..silahkan untuk mencoba nikmatnya moci..dengan catatatan moci dilakukan rame2 bersama teman atau kerabat kita.. saya jamin dech..ketagihan dan rasanya tidak ada budaya semacam ini di daerah lain..kalupun ada saya yakin itu adopsi dari budaya moci tegal yang memang dipopulerkan oleh orang asli tegal yang merantau ke daerah lain.. jadi so.. "yuh Moci"   AJA KLALEN ( jangan lupa )

themes song ; teh poci gula batu karo udude crutu..nganti klalen karo mantu... nginunge guya guyu..batire bocah ayu..yo..yo.. check this out (Versi remix)