Minggu, 29 Mei 2011

BUNGLON-ISME SANG TUPAI

Kemungkinan Besar Penyebab dialihkannya Deklarasi Gerakan Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) yg semula dipaksakan di GBK Senayan, lalu mendadak dipindahkan begitu saja lokasinya ke Gedung Stadion Palagan Alzaytun itu, ternyata telah terkuak sudah.! Hal ini dikarenakan telah hilangnya sebagian besar Sumber Dana Penyelengaraan acara akbar tsb, yang secara tak sengaja turut disita oleh Mabes POLRI dan POLDA Jateng kemarin atas tertangkapnya 6 orang Pentolan NIIKW2 Jateng, termasuk diantaranya adalah Gubernur NIIKW2 Jateng dan beberapa Kabag Gubernur dibawahnya yang lengkap dengan 9 buku tabungan BRItama yang ternyata rata2 isinya sebesar Rp.350juta tiap buku tabungannya!
Dana tsb sangat Penting artinya bagi Panji Gumilang, mengingat NIIKW2 sebulan terakhir ini telah berubah menjadi Tulang Punggung Alternatif Sumber Pendanaan NII Panji Gumilang,yg mengambil alih Tugas dan Fungsi NIIKW9 sebagai sumber pemasok dana terbesar Pergerakan Panji Gumilang selama ini , namun harus vacum tiba-tiba akibat efek luarbiasa Pemberitaan Media-massa atas kasus Pencucian Watak dan Otak dimulai dgn kasus “Lian” yang ditemukan kembali oleh keluarganya di Mesjid Ta’awud Puncak Kab Bogor Jawa Barat, ditambah lagi dengan kasus menghilangnya puluhan mahasiswa/i di berbagai tempat kampus termasuk belasan mahasiswa Universitas Muhammadyah Malang, untuk agenda acara yang tidak jelas, yang akhirnya terbukti untuk memenuhi Hajat Ritual Alih Warganegara , yaitu dari WNI menjadi warganegara NII Mabadi Tsalasah – Panji Gumilang!!
Nampaknya Panji Gumilang telah salah berhitung akibat upaya “pembongkarannya sendiri” dalam upaya pengelabuan kegiatan kriminalnya selama ini yang dihiasi dengan penuh kemuliaan nilai keIslaman seperti Hujummah Tabsyiriyah yang berakhir pada Musahadatun Hijrah, yang selama ini telah mengalami sukses besar sebagai hasil peminjaman dan kutak-kutik bongkar pasang tesis NII yang asli!
Pembongkaran terselubung ini adalah sebuah strategi CUCI TANGAN Panji Gumilang yang GAGAL setelah 15 tahun ini berhasil MENCURI JUBAH NII Kartosuwiryo sebagai ALASAN dan JUALAN Program-Programnya!
Kegagalan itu terindikasi jelas dengan akselerasi reaksi masyarakat luas di Indonesia yang mendadak cepat dan langsung tertuju kepada Ma’had AlZaytun yang ditenggarai telah bertindak Makar akbat peliputan kesaksian para Mantan NIIKW9 di media massa, yang selama beberapa tahun sebelumnya , para Mantan NIIKW9 itu selalu rajin menyuarakan jerit tangis penderitaan orang tua, korban kebengisan Panji Gumilang, yang selanjutnya hal tersebut mampu menambah amunisi nyali keberanian diri Mantan-Mantan NII lainnya untuk turut juga bersaksi , termasuk Mantan Petinggi NII – Mabadi Tsalasah setingkat Menteri yang bernama Imam Supriyanto.!
Perjudian Panji Gumilang kali ini telah berakibat FATAL, menyusul kegagalan demi kegagalan Panji Gumilang pada proyek2 ambisius prestisiusnya sebelumnya , yg harus segera Panji Gumilang “Kubur dan Lupakan” , dengan cara berspekulasi teoritis , bahwa akan sangat mudah dan mulus masa transisi transformasi pergerakan makar Panji Gumilang mengganti Jubah NII yang telah dikenakannya selama 15 tahun didalam pergerakan makar “bawah permukaan tanah” dengan Jubah lainnya yang kelak akan dikenakannya pada pergerakan “atas permukaan tanah”nya , yang tidak lain dan tidak bukan adalah JUBAH PANCASILA , bernama “Masyarakat Indonesia Membangun (MIM)”.
“Sepandai-pandainya Tupai meloncat toh akhirnya jatuh juga.!!”
Sangat tragis memang nasib NII itu, yang sudah menyerah kalah bahkan telah menderita lahir batin selama puluhan tahun itu, masih saja harus diperkosa nilai2 luhur NII oleh Panji Gumilang , sekedar utk memakmurkan pembangunan infrastruktur PonPes Alzaytun.!
Sesungguhnya , fungsi property megah yg ada di alzaytun itu adalah sebagai ALASAN KERDIL pertanggung jawaban Mas’ul/ Aparat NIIKW kepada umat desa/malja masing2, untuk kembali menekan paksa umat , menambah jumlah setoran perjuangannya , padahal, tidak sepenuhnya dana pembangunan properti alzaytun beserta isinya itu hanya berasal dari setoran perjuangan umat NII Mabadi Tsalasah Panji Gumilang.
Masalah tersebut sangat mudah dibuktikan terbalik , jika terlebih dahulu ditaksir nilai rupiah pembangunan properti ma’had alzaytun dengan jumlah dana perjuangan yang berhasil dikumpulkan selama ini , dan untuk itu diperkirakan seharusnya berjumlah lebih dari 10 juta orang WNI yang harus dipecundangi Panji Gumilang demi kepuasannya hidup mewah , terlindungi rakyatnya , sebagai pagar betis sentuhan masyarakat lokal di sekitar Haurgeulis Indramayu!
Lalu , jika jumlah warganegara NII mabadi tsalasah yang diakui Panji Gumilang itu hanyalah ratusan ribu orang saja, maka dari manakah sisa dana pembangunan property megah Alzaytun itu berasal??
Hal ini akan menjadi bahan penyelidikan Mabes Polri yang sangat menarik dikemudian hari , setelah Panji Gumilang DITANGKAP karena Tindak Pidana Makar!
Sumber data lain yang tidak kalah pentingnya, adalah doktrin produk Panji Gumilang itu sendiri yang bernama Mabadi Tsalasah, yang keberadaannya kitab ini kurang dimengerti oleh sebagian besar penduduk NEGERI Panji Gumilang (Ma’had Alzayttun) , terutama hal ini terjadi pada kaum setingkat santriwan/wati di Ma’had Alzaytun , sehingga wajarlah jika santriwan/wati itu selalu memberi komentar yang sifatnya membela , berupaya mati2an menjelas-tegaskan bahwa ainulyaqin tidak adanya keterkaitan NIIKW9 , ataupun NIIKW lainnya dgn civitas academica alzaytun,!
Tentu saja para santriwan/wati tidak tahu atau belum waktunya untuk mengerti tentang Mabadi Tsalasah oleh para muadhofnya!
Terbukti selama ini didalam pertarungan pemikiran didunia maya ini , Para Muadhof dengan nama-nama palsu , setengah mati bahu membahu berupaya keras membendung arus informasi yg dibangkitkan oleh para Mantan NII mabadi Tsalasah via dunia maya ini , karena jika sampai mereka mengetahui , maka akan sangat berbahaya dan berdampak langsung menyebabkan disorientasi santri besar2an , dan akan mampu membalik arah bangkitnya rasa kebencian para santriwan/wati Alzaytun yg amat sangat , kepada institusi pendidikan Alzaytun itu sendiri , termasuk kepada para muadhof , yang selama ini memiliki kedudukan sangat mulia dan dihormati oleh para santri Alzaytun namun ternyata malah bertindak membodohi dan menentang keingintahuan akal sehat para santrinya sendiri !
Muadhof akan menjadi sasaran empuk para santri alzaytun , karena dinilai memiliki andil menyembunyikan kebenaran , padahal pada setiap apapun laku lampah para santri itu selalu disodok dijejalin dgn ancaman kemuliaan , yang bersumber dari Kitabulloh AlQuran , sehingga bisa dibayangkan pemberontakan santri Alzaytun kepada fasilitas institusi pendidikannya ,yang selama ini sangat mereka bangga-banggakan atas kemegahan sarana dan pra sarana pendidikan di Ma’had Alzaytun , tetapi ternyata sangat tidak sebanding dengan besarnya nilai dosa keMUNAFIKan Alzaytun.!
Sebaliknya , yang terjadi pada golongan masyarakat Panji Gumilang yang lain , yang tidak semenara-gadingnya alzaytun, Kitab mabadi tsalasah malah lebih akrab di kalangan eksponen teritorial NIIKW , berapa pun kode angka akhirannya , termasuk warga umat NII bersistim KW, yang mana khusus untuk ini mereka harus mengertiMabadi Tsalasah karena mereka adalah “BURUH-BURUH IDEOLOGIS” penghasil pundi2 jarahan , yang bekerja untuk kepuasan ambisius Panji Gumilang.!
Pada kitab itu , sangat gamblang menemukan TITIK SINGGUNG yang menyatukan Alzaytun dengan NIIKW(x) , dan begitu juga sebaliknya , yaitu pada bagian ROMIYAH (target sasaran) TARBIYAH(Pendidikan)!
Pada KITAB MABADI TASALASAH terdapat 2 (dua) besaran ROMIYAH TARBIYAH yaitu :
1. ROMIYAH TARBIYAH FORMAL , bernama ALZAYTUN berbasis Pondok Pesantren ,
yang lengkap dengan segala fasilitas dan muatan pendidikannya , sebagai Pencetak Generasi Pemimpin Negara Islam (versi Panji Gumilang) di masa datang , dan satu- satuya , artinya hanya diselenggarakan di dalam wilayah kekuasaan Panji Gumilang , yang disebut Ma’had Alzaytun,
2.ROMIYAH TARBIYAH NON FORMAL , bernama BAROMIJ berbasis NIIKW / PANCASILA ,
yang kedudukannya selaku INDUK PENGENDALIAN dan PENGAWASAN semua program kegiatan Rukun Islam yang telah diterjemahkan-ulang isinya , sehingga sesuai dengan tahapan kemauan kebutuhan dana Panji Gumilang , yang harus dipatuhi dan WAJIB dilaksanakan oleh para pengikut Panji Gumilang diluar Ma’had Alzaytun , dalam kerangka Binnayatul.!
Intinya , Panji Gumilang telah memperkenalkan kepada kita , betapa massive sebuah akibat PERTEMPURAN MODERN GAYA BARU , tanpa perlu meledakkan bom terlebih dahulu , apalagi harus angkat senjata , sebagaimana “mujahid konvensional” lakukan selama ini!
Namun syaratnya , pertempuran ini hanya bisa terjadi , ketika suatu bangsa terkena wabah penyakit keduniawian / Hedonis , dimana salahsatu symptom-nya bernama KORUPSI , yang akut mendarah daging , akibat telah lunturnya nilai2 hakiki sikap keIslaman didalam menjawab persoalan sehari-hari!
Seruan alim ulama hanya sebatas pagar mesjid , bahkan tidak kurang Suryadarma Ali pun dgn mudah terbius HEDONIKAL ALZAYTUN , yang kontan memporak-porandakan istiqomah methodologi penelitiannya sebagai seorang ilmuwan mukmin , yang selayaknya sangat hati2 dan adil dalam testimoni.!
Namun!
Ini yg terpenting!
Apakah benar dan dibenarkan, untuk dan atas nama pemberantasan korupsi , maka menjadi SAH Panji Gumilang meminjam-busukkan jubah orang lain utk mengongkosi biaya perjuangannya dengan cara-cara mudhorot serta tidak bermartabat , dan tidak mengindahkan kaidah Halalan Thoyiban???
Apakah AKUNTABILITAS Panji Gumilang pribadi sudah benar-benar teruji selama ini secara syariah hukum Islam yang sedang gigih diperjuangkannya itu?
Apakah menjadi SAH pula Panji Gumilang , melalui mabadi tsalasah-nya itu mengajari orang agar sesat menyesatkan , mengajak orang lainnya berpindah kewarganegaraannya , dan apakah juga benar harus membuat NEGARA TANDINGAN didalam negara berdaulat , jika tujuannya hanya untuk pemberantasan korupsi?
Sedangkan yg diajak pindah itu justeru diajari tindak pidana korupsi, minimal merugikan dirinya sendiri dengan menyelewengkan dana SPP atau gaji untuk anak isteri , dan malah diajari kemunafikkan dengan berbagai macam bentuk ONANI PEMIKIRAN “keikhlasan bershodaqoh” jika Futuh lagi-lagi diundur?? Dan/atau jika terdapat program-program Panji Gumilang yang gagal??
Apakah artinya Futuh ,jika harus menjadi sangat jauh lagi berada “nun jauh” disana , setelah lenyapnya FATAMORGANA Negara Islam akibat transisi transformasi pergerakan bunglon “ganti jubah” Panji Gumilang yg terbaru , yaitu JUBAH PANCASILA bernama Masyarakat Indonesia Membangun!
Sebenarnya, apa manfaatnya Panji Gumilang bagi bangsa Indonesia , jika ternyata orang itu cuma memaksakan dirinya selaku guru bangsa , yg selalu melanggar sendiri nilai2 keindahan maknawiyah keguruannya sendiri , atau mungkin lebih pantas jika disebut “menjilat ludahnya sendiri”.?
Bukankah Proyek serta Program Panji Gumilang itu adalah karya nyata cir-ciri MUNAFIK MANIAK yg tampak jelas , tanpa perlu dibantah lagi , sehingga apakah sangat cocok dengan jargon propaganda alzaytun yg digadang-gadangkan ‘TALKLESS DO MORE itu.?
Lalu apa bedanya kalau begitu , antara Panji Gumilang dengan Koruptor di NKRI saat ini.??
Oleh : Johnny ‘Kobra’ Tjahjono

Senin, 23 Mei 2011

WISATA AGRO KALIGUA

Perkebunan teh Kaligua merupakan kawasan wisata agro dataran tinggi yang terletak Kaligua di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tepatnya di wilayah Brebes bagian Selatan. Wisata agro Kaligua dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan daya dukung potensi alam yang indah. Hasil pengolahan perkebunan teh Kaligua adalah berupa produk hilir teh hitam (black tea) dengan merk “Kaligua” dalam kemasan teh celup dan serbuk. Jadi wisatawan yang berkunjung dapat langsung menikmati hangatnya teh hitam (black tea) Kaligua atau dapat membeli sebagai oleh-oleh.


Aksesibilitas

Lokasi wisata agro Kaligua terletak sekitar 10 kilometer dari arah kota Kecamatan Paguyangan, atau sekitar 15 kilometer dari Bumiayu. Jalur transportasi dapat ditempuh melalui jalur utara via Brebes atau Tegal-Bumiayu-Kaligua, Cirebon-Bumiayu-Kaligua, dan jalur selatan via Purwokerto-Paguyangan-Kaligua. Jalur tersebut dilewati jalan utama Tegal-Purwokerto, tepat masuk lewat pertigaan Kaligua, Kretek. Perjalanan mulai berkelok-kelok, dan naik-turun.

Geografis

Perkebunan teh Kaligua berada pada ketinggian 1200 - 2050 m dpl. Kondisi udara sangat dingin, berkisar 8° - 22° C pada musim penghujan dan mencapai 4° -12° C pada musim kemarau. Jadi tidak heran kalau wilayah perkebunan teh ini hampir selalu diselimuti kabut tebal. Perkebunan teh tersebut terletak di lereng barat Gunung Slamet (3432 m dpl)yang merupakan gunung tertinggi kedua di pulau jawa setelah Gunung Semeru. Dari salah satu tempat di perkebunan teh Kaligua kita dapat menikmati keindahan puncak gunung Slamet dari dekat, yaitu puncak Sakub. Nah jika ke Kaligua maka sempatkanlah untuk menikmati keindahan panorama indah, sekaligus kita dapat melihat keindahan gunung Ciremai, Tegal, dan Cilacap.




Sejarah

Perkebunan teh Kaligua merupakan warisan pemerintah kolonial Belanda. Pabrik dibangun pada tahun 1889 untuk memproses langsung hasil perkebunan menjadi teh hitam. Kebun ini dikelola oleh warga Belanda bernama Van De Jong dengan nama perusahaan Belanda John Fan & Pletnu yang mewakili NV Culture Onderneming. Sebagai penghargaan makam Van De Jong masih terawat sampai saat ini di lokasi kebun Kaligua.'


Konon pada saat pembanguan pabrik, para pekerja membawa ketel uap dari Paguyangan menuju Kaligua ditempuh dalam waktu 20 hari. Peralatan tersebut dibawa dengan rombongan pekerja yang berjalan kaki naik sepanjang 17 km. Selama proses pengangkutan tersebut, para pekerja pada saat istirahat dihibur oleh kesenian ronggeng Banyumas. Sampai sekarang setiap memperingati HUT pabrik Kaligua setiap tanggal 1 Juni selalu ditampilkan kesenian tradisional tersebut.

Fasilitas :

Kawasan wisata agro Kaligua memberikan banyak pilihan untuk wisata. Sebab, terdapat beberapa situs wisata menarik yang berada di seputaran Kaligua. misalnya Gua Jepang, Tuk Benih, Gua Angin, Makam Pendiri kebun Van De Jong. Beberapa vila milik perkebunan bisa dimanfaatkan oleh pengunjung yang ingin bermalam. Kawasan perkebunan teh Kaligua, selain menarik untuk sarana wisata keluarga, juga sangat cocok untuk refreshing bagi orang kota yang setiap hari disibukkan oleh rutinitas kerja. Untuk melayani wisatawan, pihak perkebunan menyediakan fasilitas homestay (penginapan) yang cukup baik.
Fasilitas ; penginapan, wisma Flamboyan (6 kamar),Wisma Dahlia (3 kamar), Wisma Kenanga (2 kamar),Wisma Anggrek (2 kamar), Gedung Pertemuan, Areal Camping,Areal outbond, Gazebo, Lapangan Sepak Bola, Lapangan Tenis, Lapangan Volley, Tennis Meja & Billyard, Tea & Coffee corner (kafe), Hiburan Musik Orgen Tunggal, Jasa Layanan Teh & Catering, Pusat Layanan Kesehatan, Sarana Ibadah


Penunjang

Tak jauh dari lokasi tersebut, di sekitar Pandansari, terdapat sebuah tempat wisata yang tergolong langka. Yakni, sebuah telaga yang dihuni jutaan ikan lele jinak (Telaga Ranjeng). Lokasi telaga itu berada di tengah hutan lindung dan masih berada dalam pengawasan Cagar Alam Nasional.




1. Wisata Edukasi/ilmiah ; perkebunan teh, budiadaya, persiapan benih, pemeliharaan, panen, pengolahan pabrik, produk siap seduh. Umumnya para pelajar dan mahasiswa sering berkunjung ke Pabrik untuk melihat langsung budidaya teh dan proses pengolahan teh.
2. Wisata Rekreasi Keluarga (Family gathering) dilengkapi taman bermain anak, kolam renang air hangat untuk anak-anak. Umumnya pada hari libur nasional dan hari minggu banyak yang berkunjung ke kebun teh dan danau renjeng.
3. Wisata historis/budaya.
4. Wisata Petualangan ; permainan & outbond dapat juga sebagai pos awal pendakian menuju gunung Slamet. Setiap musim liburan sekolah banyak para siswa yang mengadakan kegiatan kemah, sekaligus outbound. Disamping itu karyawan perusahaan swasta di wilayah Brebes, Tegal, Cirebon, dan Purwokerto juga mengadakan corporate gathering. Perusahaan swasta besar dari Jakarta juga pernah mengadakan pertemuan di kebun Kaligua
5. Wisata bisnis ; MICE (Meeting, conference, incentif, exhibition)
6. Wisata kebun (stroberi, kubis, kentang, tanaman hias)
7. Wisata olahraga (tennis, sepak bola, bola voli, billyard)

Rabu, 18 Mei 2011

Tingkatkan Kretivitas Guru, Oktadika Diluncurkan

UPAYA para penggiat pendidikan di Kota Tegal untuk meningkatkan dunia pendidikan tidak main-main. Itu dibuktikan dengan diluncurkannya sebuah jurnal pendidikan bertajuk Oktadika Literasi Gaya Hidup Guru, Rabu (18/5) di Pendopo Balai Kota Tegal.
Jurnal pendidikan yang dikemas menyerupai majalah ini di gawangi oleh Haryo Guritno SKom sebagai Pemimpin Umum. Sedang Pemimpin Redaksi dipandegani Drs Daryono MSi, Redaktur Pelaksana Surip Maulana SPd.

Target Kelulusan di Kabupaten Tegal Meningkat

HASIL kelulusan yang diraih siswa didik tingkat SMA, SMK, dan MAN di Kabupaten Tegal dalam Ujian Nasional (UN) tahun ini, mengalami peningkatan.
Dari pengumuman hasil kelulusan UN tingkat lanjutan atas yang dilakukan serentak Senin (16/5), prestasi kelulusan nyaris 100 persen untuk tahun ini mampu diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN).
Sementara untuk tingkat SMA, kelulusan mencapai 99,84 persen dari semua jurusan, dan SMK mencapai 99,98 persen.
Plt Kepala Dinas Dikpora Drs Edy Pramono melalui Kabid Dikmen merangkap panitia UN, Drs Waudin MSi, menyatakan, dari peserta dan hasil kelulusan yang dicapai siswa tahun ini, ada indikasi peningkatan secara signifikan.
"Untuk kategori SMA sendiri dengan prosentase kelulusan global mencapai 99,84 persen, terinci untuk jurusan IPA 99,98 persen dan Bahasa lulus 100 persen. Untuk jurusan IPS, kelulusan mencapai 99,37 persen. Sementara untuk kategori MAN jurusan IPA dan Keagamaan, kelulusan mencapai 100 persen. Untuk jurusan IPS, nyaris sempurna dengan tingkat kelulusan mencapai 99,80 persen," terangnya.
Dia menyatakan, kelulusan nyaris sempurna juga dicapai kategori SMK yang kali ini mampu meluluskan siswanya sebanyak 99,98 persen.
Lebih jauh dia menyatakan, untuk jumlah peserta UN tahun ini juga ada kecenderungan jumlah siswa yang tidak lulus didominasi jurusan IPS, baik untuk kategori SMA maupun MAN.
"Untuk peserta UN tingkat SMA jurusan IPA tahun ini tercatat jumlah peserta sebanyak 1.510 siswa. Dari jumlah tersebut, yang tidak lulus tercatat 0,02 persen. Sementara jurusan IPS dari peserta 1.912 siswa yang tidak lulus sebanyak 0,63 persen. Dan dari jurusan Bahasa dari perserta sebanyak 12 siswa, untuk tahun ini lulus 100 persen," terangnya.
Sementara untuk kategori MAN jurusan IPA, dari peserta 159 siswa lulus 100 persen, IPS dari jumlah peserta 514 siswa yang tidak lulus mencapai 0,2 persen, dan dari jurusan Keagamaan dari 9 peserta lulus 100 persen. Dan untuk kategori SMK sendiri dari jumlah total peserta mencapai 5.941 siswa yang tidak lulus UN tahun ini mencapai 0,02 persen.
“Bagi yang tidak lulus UN, diharapkan bisa mengikuti ujian kesetaraan paket C yang akan digelar sekitar bulan Juni mendatang. Ini mengingat, tidak ada ujian ulang bagi mereka yang tidak lulus UN. Kami menghimbau, kesempatan ujian kesetaraan ini bisa dimaksimalkan siswa yang kurang beruntung dalam UN tahun ini," tegasnya. (her)

Jumat, 13 Mei 2011

Jadwal Acara Peringatan HUT Kabupaten Tegal yang ke 410

Dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal ke 410 Tahun 2011 akan diadakan berbagai acara, sebagai berikut :

Acara Pokok

1. Senin, 16 Mei 2011

a. Waktu : Pukul 07.30 WIB
Tempat : Desa Danawarih Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal
Acara : Ziarah ke Makam Ki Gede Sebayu (Cikal Bakal/Pendiri Kabupaten Tegal)
b. Waktu : Pukul 09.30 WIB
Tempat : Desa Kalisoka Kec. Dukuhwaru Kab. Tegal
Acara : Ziarah ke Makam Ki Ageng Hanggawana (Putra Ki Gede Sebayu)
c. Waktu : Pukul 11.00 WIB
Tempat : Desa Kalisoka Kec. Dukuhwaru Kabupaten Tegal
Acara : Ziarah ke Makam Pangeran Purboyo

2. Selasa, 17 Mei 2011

a. Waktu : Pukul 12.00 WIB
  • Khotmil Qur’an di Rumah Dinas Bupati Tegal
  • Kirab Pusaka dan Karnaval
Rute : Desa Kalisoka – Desa Harjosari –Asrama TNI Yonif 407 – Perempatan Singkil – Transit di Dikpora Kabupaten Tegal – Dikirab ke Rumah Dinas Bupati Tegal.
Pawai Gunungan ke Rumah Dinas Bupati Tegal.
Keterangan : Di Rumah Dinas Bupati diterima oleh Bupati Tegal.
b. Waktu : Pukul 19.30 WIB
Acara : Malam Tasyakuran Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal ke 410 Tahun 2011.
Tempat : Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal.

3. Rabu, 18 Mei 2011

a. Waktu : Pukul 07.30 WIB
Acara : Kirab Pusaka dari rumah Dinas Bupati Tegal menuju Gedung DPRD Kabupaten Tegal.
Keterangan :
Peserta Kirab :
  • Muspida Kabupaten Tegal
  • Dinas/Instansi Tingkat Kabupaten Tegal
  • Panitia Hari Jadi Kabupaten Tegal ke 410 tahun 2011.
  • Keluarga Besar Kalisoka.
  • Seluruh masyarakat Kabupaten Tegal
Pakaian Peserta : Pakaian Adat Tegalan.
b. Waktu : Pukul 09.30 WIB.
Tempat : Gedung DPRD Kabupaten Tegal.
Acara : Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal ke 410 tahun 2011

Acara Pendukung

1. Jum’at, 13 Mei 2011

Waktu : Pukul 12.30 WIB
Tempat : Masjid se Kabupaten Tegal
Acara : Sholat Jum’at dilanjutkan Do’a Sujud Syukur Peringatan Hari Jadi ke 410 Kabupaten Tegal Tahun 2011.

2. Minggu, 15 Mei 2011

Waktu : Pukul 07.00 WIB
Tempat : Lapangan Pemda Kabupaten Tegal
Acara : Gerakan Jalan Sehat Gebyar Sedekah bersama Ustad Yusuf Mansyur.

3. Senin dan Selasa, 23 dan 24 Mei 2011

Waktu : Pukul 07.30 WIB
Tempat : Desa Kalisoka Kec. Dukuhwaru dan Desa Danawarih Kec.
Balapulang
Acara : Sunatan Massal da Bhakti Sosial.

4. Rabu, 25 Mei 2011

Waktu : Pukul 14.00 WIB
Tempat : Open Space – Depan Terminal Slawi
Acara : Pembukaan Pameran Produk Unggulan dan Pasar Rakyat.

5. Sabtu, 28 Mei 2011

Waktu : Pukul 19.00 WIB
Tempat : Lapangan Asrama Polisi Kalibliruk – Slawi
Acara : Penutupan Pameran Produk Unggulan dan Malam Pentas
Jadwal sewaktu-waktu berubah.
Sumber: Pemkab Tegal

Kamis, 05 Mei 2011


Kucuran BOS Belum Turun

SLAWI - Meski kucuran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) triwulan kedua yang seharusnya dimaksimalkan untuk mendukung kegiatan UN belum juga turun, agenda Ujian Nasional Sekolah Dasar yang dimulai 10 hingga 12 Mei 2011 di Kabupaten Tegal tetap berjalan. Dimana untuk pelaksanaan kali ini semua UPTD diaktifkan untuk menerima pendistibusian soal dari Dikpora.

Rabu, 04 Mei 2011

NII Incar Warga Pinggiran Jakarta


NII mengincar calon korban yang pemahaman agamanya kurang.

VIVAnews - Selain Kampus, Negara Islam Indonesia (NII) senang mencari korban di daerah pinggiran perkotaan. Menurut pengakuan mantan anggota NII, Lisa bukan nama sebenarnya, untuk wilayah Jakarta Timur, kantung-kantung NII ada di Duren Sawit, Klender, dan Buaran.
“Selain itu, ada juga di Jatibening, Bekasi dan Ciputat, Tangerang Selatan,” kata Lisa kepada VIVAnews.com, Rabu 4 Mei 2011.
Meski begitu, Lisa tidak mengetahui secara pasti, apa yang menjadi alasan  mereka merekrut di kawasan itu. “Tapi yang saya tahu, kebanyakan mereka mengincar calon yang pemahaman agamanya kurang,” ujarnya.
Lisa mengungkapkan, di awal perekrutan, doktrin yang ditanamkan adalah cita-cita untuk mendirikan Negara Islam Indonesia. Setiap anggota NII wajib membayar infaq. Uang itu kemudian dikumpulkan untuk pembangunan Pesantren Al Zaytun. “Itu adalah mega proyek NII yang menjadi cikal bakal generasi penerus,” ujarnya.
Untuk menarik minat calon anggota, perekrut memberikan janji muluk. “Seperti saya, karena latar belakangnya guru, saya dijanjikan mengajar di Al-Zaytun,” jelasnya.
Setelah menjadi anggota, lanjutnya, sulit untuk keluar lagi. Sebab, setiap kali mereka mengatakan hal itu, para pimpinan akan memberi pemahaman dan meyakinkan agar tidak keluar. “Saya seperti ditarik ulur,” jelasnya.
Selain itu, sampai kapanpun anggota NII akan dikejar terus untuk membayar infaq. “Saya baru bisa lepas setelah pindah rumah,” pungkasnya.

Selasa, 03 Mei 2011


Hati-Hati, Modus Baru Gasak ATM Anda


13044135991917070860
Ketika saya menulis posting ini, saya baru saja blokir kartu ATM Mandiri. Antara percaya dan tidak percaya, ternyata uang saya di Mandiri telah diambil oleh maling. Penasaran kan, koq bisa ?


Hujan deras tadi malam di tempat saya, namun karena ada keperluan ke supermarket, saya berangkat juga. Sekalian saya akan mengambil uang cash dan transfer via ATM.
Saya pergi sendiri. Segera saya parkirkan mobil saya persis depan ATM Mandiri pinggir jalan raya,. Nampak beberapa orang bergerombol di depan ATM. Ada sekitar enam orang dewasa sepertinya sedang berteduh, dua perempuan dan empat laki-laki.
Ruangan ATM kosong. Herannya, ketika saya mau masuk, buru-buru seorang laki-laki berumur sekitar 35 tahunan masuk, cukup lama juga. Setelah selesai, dengan sopan ia mempersilahkan masuk. Ternyata kartu ATM saya nyangkut, anehnya dia tahu dan masuk lagi ke ruangan. Ia berkata, ” Tadi saya juga begitu, mau transfer tapi bisa, tuh”.
Saya sudah berusaha mengeluarkan kartu lagi dan akan membatalkan transaksi, tetapi laki-laki itu mendorong kartu ATM saya dengan sengaja. Lalu ia pergi entah kemana.
Mencoba mengeluarkan tetapi tidak bisa juga. Ada laki-laki lain yang seumuran dan necis, mengatakan, ” Bu, telpon saja kesini. Ini nomor petugas Mandiri. Langsung blokir saja, agar aman”. Ia terus merangsek dekat ke saya. Beberapa laki-laki dan dua orang perempuan juga seperti menjaga pintu ATM.
Saya seperti dihipnotis dan disuruh telepon ke nomor 082114976777 yang tertera tepat di depan mesin ATM, dan tertulis kalau tak salah ” Call ATM Mandiri”. Dari telepon seorang pria memandu saya dengan pura-pura menekan angka-angka yang konon akan mengeluarkan kartu saya dan saya pun disuruh menekan PIN ATM saya. Kartu tidak bisa dikeluarkan juga. Sementara laki-laki necis berjaga tepat dibelakang saya. Namun laki-laki itu saya mengatakan, ” Kartu ibu aman, siapa sih yang bisa menggunakan kartu ibu, tinggalkan saja. Nanti juga aka nada petugas bank yang ambil”
Saya melangkah dari ATM serasa melayang. Sambil menekan remote mobil untuk, membuka pintu, dari sudut mata saya melihat orang-orang itu sudah bubar, entah kemana.
Hari ini saya pergi ke Mandiri, saya menceriterakan kisah saya ke Costumer Service. Ternyata uang saya sudah diambil oleh pencuri dengan dua kali pengambilan. Saat itu pun segera kartu saya di blokir. Ada perasaan kehilangan, saya kira manusiawi. Namun saya menyadari, menyesali pun uang itu tak akan pernah kembali. Betapapun berat, saya harus mengikhlaskan kehilangan itu.
Ketika pulang dari Bank Mandiri, sepanjang jalan saya intropeksi diri. Ah, mungkin saja sedekah saya yang masih kurang, atau ada hak orang lain yang masih tertinggal di tangan yang belum tertunaikan. Saya pun segera Istighfar. Ya Tuhan, begitu mudah bagiMu memberi dan mengambil. Berilah aku hikmah dan pelajaran didalamnya. Semoga mereka diberi kesadaran dan mendapat rezeki dari harta yang halal. Tidak sulit bagiMu membolak-balikkan hati manusia.”



Saya sengaja posting kejadian ini agar menjadi pelajaran, terutama perempuan yang hendak  ke ATM sendirian di malam hari. Sasaran mereka konon kebanyakan perempuan dan di rata-rata kejadian di waku hari sudah gelap.  Berharap kejadian yang serupa tidak terulang kepada para kompasianer dan seluruh masyarakat. Amien.
______
Sumber : Kompasiana