Kamis, 05 Mei 2011
Kucuran BOS Belum Turun
SLAWI - Meski kucuran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) triwulan kedua yang seharusnya dimaksimalkan untuk mendukung kegiatan UN belum juga turun, agenda Ujian Nasional Sekolah Dasar yang dimulai 10 hingga 12 Mei 2011 di Kabupaten Tegal tetap berjalan. Dimana untuk pelaksanaan kali ini semua UPTD diaktifkan untuk menerima pendistibusian soal dari Dikpora.
Kepala Dikpora Drs Edy Pramono melalui Kabid Dikdas, Harjono Spd MM mengatakan, pihaknya tidak akan berpolemik terkait keterlambatan penerimaan BOS yang seyogyanya dapat dimaksimalkan sekolah untuk mendukung kegiatan yang ada di masing-masing UPTD.
"Memang keterlambatan pencairan BOS kali ini lantaran informasi laporan dari beberapa sekolah belum masuk. Meski didaerah lain memang pencairan BOS sudah diterima. Namun kami yakin upaya masing- masing kasek untuk mendukung kegiatan penyelenggaraan UN di UPTD sudah bisa dipecahkan secara bijak," terangnya, Kamis (5/5).
Dia mengakui selama kegiatan UN SD nanti masing-masing UPTD akan melakukan piket naskah setelah pihak Dikpora melakukan pendistribusian soal di masing-masing kecamatan. Dimana pengawas silang yang bertugas di sekolah akan mengambil naskah ujian tersebut di UPTD masing-masing saat pelaksanaan dimulai.
Diakuinya, untuk tahun ini peserta UN SD di Kabupaten Tegal mencapai 26.823 siswa. Jumlah tersebut terinci peserta dari SD Negeri sebanyak 22.817. Sementara peserta dari SD Swasta sejumlah 361 siswa. "Sisanya dari MI Negeri sebanyak 116 dan MI Swasta sebanyak 3.566. Dan ada tambahan dari SDLB Manungal sebanyak 4 siswa," ujarnya.
Dia juga menegaskan soal UN dari Semarang akan datang dikantornya pada Sabtu pagi (7/5) dan diinapkan disana selama semalam. Baru keesokan harinya didistibusikan di masing-masing UPTD dengan kawalan tenaga pengamanan dari Polres.
Disinggung soal tenaga pengawas sendiri, Harjono mengakui pelaksanaan UN SD sama persis dengan pelaksanaan UN SMP. Dimana tenaga pengawas dilakukan oleh guru dengan cara silang murni. "Pengaturan tenaga pengawas silang murni ini diatur sepenuhnya oleh masing-masing UPTD," tegsasnya. Dan dia memprediksi untuk kelulusan tahun ini akan mengalami kenaikanprosentase dibanding dengan tahun sebelumnya. (her)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
alesan keterlambatan tidak masuk akal,.. he..he.. ndarani aq ora ngerti???? preeeeeet....
BalasHapus